Farmasi Bahan Alam

Hanya Portal Blog Universitas Muslim Indonesia situs lain

Classification of Herbs

Introduction

The most important part of herbology is the combining of herbs to make effective remedies, yet it is the least understood. Part of the reason for this lack is the understanding the the lack of an effective classification system for herb use. Many systems have been tried, some classifying by plant part or by humoral theories or by botanical family or by color and morphology.

Regardless of the particular system used, however, it is apparent that herbs fall generally into five major categories based on their active constituents. These are: Aromatic (volatile oils), Astringents (tannins), Bitter (phenolic compounds, saponins, and alkaloids), Mucilagnious (polysacharides), and Nutritive (food stuffs).

Understanding this classification system simplifies the analysis of herbal combinations and allows the herbalist to readily propose useful new ones, and it becomes easy to substitute one herb for another. Additionally, the categories are easy to identify using the senses of smell, taste, and touch. (more…)

The Various Types Of CAM Therapies

Complementary and Alternative Medication (CAM) modalities are numerous. Some of them are more accepted by the traditional Western medicine (the allopathic medicine) than others are. Alternative medicines are those that are practiced in isolation from allopathic medicine. In some cases, alternative medicine practitioners may even discourage the patients from seeking other forms of treatments, and in particular, they discourage the use of allopathic treatments. Complementary medicines, on the other hand, are those that are used along with allopathic treatment. These modalities are often suggested by the allopathic practitioners to supplement the medications the patient is taking. In general, complementary modalities are less dangerous to use than alternative ones due to the fact that primary care practitioners are aware of situation in which their patients are using them, and they are used to complement the medical interventions the patient is receiving.

A branch of medicine known as integrative medicine has become more popular among patients who desire to use CAM therapies. Integrative medicine practitioners advocate the use of both complementary and allopathic therapies in their practice. A person who is suffering from lower back pain may be advised to use muscle relaxants and see a chiropractor or a massage therapist to help relieve his pain. (more…)

Sejarah Penggunaan Tumbuhan Obat

Lembaran Papyrus Eber

Lembaran Papyrus Eber

Penggunaan tanaman sebagai obat-obatan telah sejak berlangsung ribuan tahun yang lalu. Para ahli kesehatan bangsa Mesir kuno pada 2500 tahun sebelum masehi telah menggunakan tanaman obat-obatan. Sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan diagnosanya tercantum dalam Papyrus Ebers.

Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (466 tahun sebelum masehi), Theophrastus (372 tahun sebelum masehi) dan Pedanios Dioscorides (100 tahun sebelum masehi) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Tetapi penggunaan belum terdokumentasi dengan baik. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. (more…)

Tanaman Obat Di Indonesia

Pemanfaatan tanaman sebagai obat sudah seumur dengan peradaban manusia.Tumbuhan adalah gudang bahan kimia yang memiliki sejuta manfaat termasuk untuk obat berbagai penyakit.  Kemampuan meracik tumbuhan berkhasiat obat dan jamu merupakan warisan turun temurun dan mengakar kuat di masyarakat. Tumbuhan yang merupakan bahan baku obat tradisonal tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di hutan tropis Indonesia terdapat 30.000 spesies tumbuhan.  Dari jumlah tersebut sekitar 9.600 spesies diketahui berkhasiat obat, tetapi baru 200 spesies yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri obat tradisional.

Peluang pengembangan budidaya tanaman obat-obatan masih sangat terbuka luas sejalan dengan semakin berkembangnya industri jamu, obat herbal, fitofarmaka dan kosmetika tradisional. Tanaman obat didefenisikan sebagai jenis tanaman yang sebagian, seluruh tanaman dan atau eksudat tanaman tersebut digunakan sebagai obat, bahan, atau ramuan obat-obatan. Ahli lain mengelompokkan tanaman berkhasiat obat menjadi tiga kelompok, yaitu : (more…)

Sejarah Fitoterapi

Ilmu Pengobatan Herbal

Fitokimia hanyalah salah satu cabang dari herbal medicine. Pengetahuan tentang herbal medicine itu meliputi Fitokimia, Fitofarmasi, Fitofarmakologi, dan Fitoterapi.

Fitokimia

Adalah studi tentang kimia tumbuhan. Tujuannya adalah mengidentifikasi komposisi kimia tumbuhan ciri-ciri spesifiknya, dan memberikan gambaran tentang konstituen2 kimia dengan efek yang mungkin menarik secara farmakologi.

Fitofarmasi

Fitofarmasi terutama berkaitan dengan preparasi obat2 alami. Obat2 tersebut digunakan dalam bentuk aslinya, juga dalam bentuk kemasan tea, maupun dalam bentuk preparat yang telah diolah ( tinctur). Farmakognosi merupakan cabang penting dalam fitofarmasi yang berkaitan dengan identifikasi obat2 alami. Pada awalnya ahli farmakognosi mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan penampakannya, raba, rasa, dan bau. Walaupun metode semacam itu masih penting sebagai element2 pengujian modern untuk identifikasi dan qualitynya, identifikasi obat sekarang diarahkan menggunakan metode pengujian fisiko kimia yang spesifik. (more…)